Jumat, 26 Februari 2016

Pengertian Demam Berdarah

Standard

Demam berdarah atau DBD adalah penyakit yang membuat penderitanya mengalami rasa nyeri yang luar biasa, seolah-olah terasa sakit hingga ke tulang.DBD disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Diperkirakan bahwa ada seratus juta kasus demam berdarah yang terjadi pada tiap tahunnya di seluruh dunia. Sebagian diantaranya mewabah secara tiba-tiba dan menjangkiti ribuan orang dalam waktu singkat.

Penderita penyakit DBD di Indonesia 

Saat ini Indonesia menduduki peringkat kedua penderita DBD setelah Brazil. Bahkan menurut data Kementrian Kesehatan tahun 2009-2011 jumlah kematian akibat DBD di Indonesia mencapai 1.125 kasus. Data tersebut sekaligus menempatkan Indonesia di Asia Tenggara sebagai negara tertinggi dalam kasus penyakit DBD.

Sedangkan menurut data Kementrian Kesehatan Indonesia tahun 2013, jumlah penderita DBD di seluruh 31 provinsi mencapai 48.905 orang, termasuk 376 orang diantaranya meninggal dunia. Jadi, pada dasarnya DBD adalah penyakit yang sangat umum di Indonesia.

Gejala penyakit DBD

Gejala demam berdarah umumnya akan terlihat pada tiga hingga empat belas hari setelah masa inkubasi dan biasanya diawali dengan demam tinggi yang bisa mencapai suhu 41 derajat celsius. Masa inkubasi adalah jarak waktu antara virus pertama masuk ke dalam tubuh sampai gejala pertama muncul.

Penyebab utama penyakit DBD

Penyebab DBD adalah virus dengue dan menyebar ke manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Artinya DBD tidak bisa menular langsung dari seseorang ke orang lain tanpa perantara nyamuk tersebut. Nyamuk Aedes aegypti biasanya berkembang biak di daerah berpenduduk tinggi (seperti di kota-kota besar) yang memiliki iklim lembap dan hangat.

Diagnosis DBD melalui pemeriksaan darah

Jika Anda mengalami gejala seperti flu dan demam selama lebih dari satu minggu, sebaiknya periksakan diri Anda ke dokter. Ciri-ciri spesifik dari gejala DBD, yaitu demam tinggi hingga mencapai 41 derajat celsius, sakit kepala, nyeri sendi, otot, dan tulang, hingga rasa sakit di belakang mata.
Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui apakah ada virus dengue di dalam tubuh Anda.

Seputar pengobatan penyakit DBD

Tidak ada obat-obatan khusus untuk mengobati DBD, namun gejala penyakit ini bisa diatasi dengan meminum banyak cairan, istirahat, dan mengonsumsi parasetamol. Jika cara pengobatan tersebut diterapkan, biasanya DBD akan sembuh dalam waktu satu hingga dua minggu.

Komplikasi yang muncul

Meski hanya terjadi pada segelintir kasus, DBD bisa berkembang menjadi sebuah komplikasi yang lebih serius, yang disebut sebagai DBD berat. DBD berat bisa menyebabkan penderitanya mengalami penurunan tekanan darah atau syok, kerusakan organ, serta pendarahan. Oleh karena itu antarkan penderita DBD berat ke rumah sakit untuk ditangani secepatnya karena dikhawatirkan bisa berujung kepada kematian jika terlambat ditangani.

Langkah pencegahan penyakit DBD

Meski hingga saat ini belum ada vaksin yang bisa menangkal DBD, namun beberapa langkah pencegahan penyakit ini bisa Anda lakukan, diantaranya:
  • Mensterilkan rumah atau lingkungan sekitar rumah Anda, misalnya dengan penyemprotan pembasmi nyamuk.
  • Membersihkan bak mandi dan menaburkan serbuk abate agar jentik-jentik nyamuk mati.
  • Menutup, membalik, atau jika perlu menyingkirkan media-media kecil penampung air lainnya yang ada di rumah Anda.
  • Memasang kawat anti nyamuk di seluruh ventilasi rumah Anda.
  • Memasang kelambu di ranjang tidur Anda.
  • Memakai anti nyamuk, terutama yang mengandung N-diethylmetatoluamide (DEET) yang terbukti efektif. Namun jangan gunakan produk ini pada bayi yang masih berusia di bawah dua tahun.
  • Mengenakan pakaian yang cukup bisa melindungi Anda dari gigitan nyamuk.

http://www.alodokter.com/demam-berdarah 

http://www.alodokter.com/demam-berdarah 

Selasa, 09 Februari 2016

Diet Sehat

Standard

Perubahan pola makan secara mendadak untuk menurunkan berat badan secara cepat berisiko membuat Anda mengalami gangguan kesehatan. Usaha keras yang tidak sehat ini juga tidak memungkinkan perubahan gaya hidup berkelanjutan yang bertujuan untuk menjaga kestabilan berat badan ideal dalam jangka panjang.

Setengah hingga satu kilogram per minggu adalah jumlah penurunan berat badan yang direkomendasikan. Setengah kilogram lemak mengandung sekitar 3.500 kalori. Maka untuk mengurangi setengah kilogram per minggu, Anda perlu membakar setidaknya 3.500 kalori per minggu atau 500 kalori per hari.

Risiko Diet Cepat 

Penurunan berat badan secara cepat cenderung tidak akan bertahan lama. Selain itu, orang yang menghilangkan berat badan dengan cepat akan berisiko mengalami masalah kesehatan:

       Tubuh lemas dan mudah lelah
Umumnya, orang yang ingin menurunkan berat badan dengan cepat akan makan dalam porsi yang lebih sedikit atau bahkan memaksakan diri untuk tidak makan. Kondisi ini membuat tubuh kekurangan kalori sehingga mudah lemas dan lelah. Produktivitas orang tersebut pun akan menurun.

Kurang nutrisi
Tubuh memerlukan karbohidrat, vitamin, mineral, lemak, dan protein dalam jumlah yang ideal agar dapat berfungsi dengan baik. Namun ketika ingin berat badan segera turun, Anda akan cenderung mengurangi atau bahkan menghilangkan beberapa nutrisi seperti karbohidrat dan lemak. Padahal tubuh Anda membutuhkan semua unsur agar tubuh tetap sehat dan tidak rentan terkena penyakit.

Berat badan cepat naik kembali
Diet yang cepat tidak memberi kesempatan untuk melatih tubuh membakar kalori dalam jumlah banyak. Padahal untuk mencapai hasil yang dapat bertahan lama, diperlukan perubahan gaya hidup secara bertahap dan menyeluruh, mulai dari olahraga hingga pengaturan pola makan. Diet cepat membuat makanan yang Anda konsumsi tidak terbakar secara maksimal sehingga berat tubuh kembali naik.

Rusaknya jaringan otot
Diet yang dilakukan dengan ekstrem dan cepat tidak membakar lemak, melainkan membakar otot-otot tubuh sehingga jaringan otot menjadi rusak.

Gangguan tubuh lain
Beberapa penyakit yang dapat menyerang karena efek samping diet cepat, antara lain sakit kepala, konstipasi, rambut rontok, dan menstruasi yang tidak teratur.

Penyakit serius yang mungkin terjadi
Diet cepat yang dilakukan secara terus-menerus dapat berisiko mendatangkan penyakit serius, antara lain:
  • Batu empedu: terjadi pada 1-2 dari 10 orang yang kehilangan berat badan dalam jumlah banyak dalam beberapa bulan.
  • Ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh.
  • Dehidrasi.

Kesalahan yang Umum Dilakukan Saat Diet

Berikut ini adalah beberapa kebiasaan yang umum dilakukan dalam diet cepat yang justru dapat merugikan kesehatan Anda:

Melewatkan makanan utama
Penelitian membuktikan bahwa orang yang teratur makan pagi, siang, dan malam lebih dapat menjaga berat badan ideal. Sarapan yang mengandung cukup serat dan protein dapat membuat Anda tetap merasa kenyang hingga tiba waktu makan siang. Namun melewatkan makanan utama membuat Anda cenderung mengonsumsi banyak makanan ringan di sela-sela waktu makan utama.

Menyepelekan kandungan makanan ringan
Pernahkah Anda memperhatikan kira-kira berapa banyak kalori yang terkandung dalam dua potong gorengan, sekantong kripik kentang, dan sepotong kue? Jumlah totalnya bisa melebihi kalori yang seharusnya Anda konsumsi. Memeriksa label nutrisi pada kemasan makanan dapat membantu Anda memperkirakan jumlah kalori yang dikonsumsi.

Sama sekali tidak mengonsumsi makanan ringan
Menyantap makanan ringan yang berkalori tinggi memang berisiko membuat diet gagal. Namun ternyata jika makanan ringan itu jenis yang sehat dan berkalori rendah justru membuat orang jauh dari rasa lapar dan lebih mampu menjaga berat badan ideal. Makanan ringan kaya protein seperti kacang almond dapat menjaga metabolisme tubuh tetap bekerja maksimal.

Meminum minuman yang terlalu banyak kalori
Orang yang melakukan diet cepat cenderung menghindari konsumsi makanan berkalori tinggi. Sebagai gantinya, mereka mengonsumsi lebih banyak minuman manis. Padahal jumlah kalori dalam minuman tertentu seperti kopi dengan krim dan minuman soda sebenarnya tidak kalah banyak dibandingkan makanan. Selain itu, minuman-minuman ini justru akan membuat perut merasa lapar sehingga pada akhirnya Anda perlu makan lebih banyak.

Kurang mengonsumsi air mineral
Sebagian orang mengira bahwa konsumsi air mineral membuat tubuh menjadi gemuk. Padahal air mineral merupakan unsur terpenting dalam pembakaran kalori. Konsumsi minimal delapan gelas per hari justru akan meningkatkan laju metabolisme.

Menimbang badan tiap hari 
Jika berat tubuh Anda turun dalam hitungan hari, maka kemungkinan besar yang turun adalah kadar air dalam tubuh. Tetapi bukan lemak. Daripada tiap hari menakar berat badan, cobalah untuk lebih memfokuskan diri pada tujuan jangka panjang seperti target menghilangkan setengah kilogram dalam waktu 1-2 pekan.

Menetapkan target yang tidak realistis
Selain membuat frustasi karena keinginan tidak tercapai, menargetkan untuk menurunkan berat badan hingga 5 kilogram seminggu dapat membuat Anda berniat melakukan segala cara, termasuk cara tidak sehat untuk mencapainya.  Stres karena target yang tidak tercapai justru dapat memicu Anda untuk makan lebih banyak lagi.

Cara Diet Sehat

Pada dasarnya diet yang sehat adalah tentang mengelola pola makan, termasuk memilih jenis makanan yang sebaiknya dikonsumsi. Diet yang sehat adalah ketika semua nutrisi yang dibutuhkan tubuh bisa terpenuhi.

Beberapa langkah sederhana yang dapat menjadi panduan:

Tentukan target yang sehat tiap minggu.
Target-target kecil dan sederhana bernilai penting sebagai langkah menuju perubahan gaya hidup secara berkelanjutan. Selain itu, menetapkan target realistis secara rutin dan berhasil memenuhinya akan membuat Anda merasa positif. Misalnya, jika Anda suka mengonsumsi gorengan tiap hari, targetkan untuk tidak mengonsumsinya dalam waktu seminggu. Sebagai gantinya, konsumsilah selingan sehat seperti buah kering.

Aktif bergerak.
Sebagai langkah awal, Anda tidak perlu berolahraga secara rutin untuk tetap merasa bugar. Lakukan suatu hal yang Anda sukai agar aktivitas tersebut dapat dilakukan berulang-ulang seperti bermain futsal bersama rekan kerja atau bersepeda bersama keluarga. Menjadwalkan olah tubuh di pagi hari sebelum mulai beraktivitas merupakan cara terbaik bagi Anda yang merasa kesulitan untuk meluangkan waktu juga. Usahakan untuk berolahraga setidaknya 2-3 jam per minggu.

Kurangi makanan kemasan.
Batasi konsumsi makanan dalam kemasan, makanan siap saji, dan makanan yang digoreng. Kelompok makanan jenis ini banyak mengandung kalori, bahan pengawet, dan garam.

Pilih makanan yang diolah dengan cara tertentu.
Lebih baik mengonsumsi makanan yang diproses dengan cara dikukus atau direbus dibandingkan yang digoreng di dalam minyak panas. Makanan yang dikukus atau direbus dalam waktu yang tidak terlalu lama memiliki kandungan nutrisi yang lebih lengkap dibandingkan makanan yang digoreng. Sementara itu, makanan yang digoreng mengandung kalori dan lemak jenuh yang tinggi.

Atur ulang isi piring Anda.
Penuhi sepertiga bahan makanan di piring dengan daging tanpa lemak, ikan, atau daging unggas. Cobalah untuk memperbanyak porsi buah-buahan, sayur-sayuran, dan kacang-kacangan. Pilihlah jenis sumber karbohidrat yang sehat seperti beras merah atau kentang. Makan buah yang tidak terlalu manis seperti apel, tomat dan avokad.

Memulai dan melanjutkan kebiasaan-kebiasaan baik.
Kebiasaan-kebiasaan sederhana berikut dapat membawa manfaat besar jika dilakukan secara konsisten dan dalam jangka panjang:
  • Mengonsumsi air mineral dengan cukup dan teratur.
  • Jangan melewatkan makanan utama.
  • Perbanyak konsumsi sayur agar Anda merasa kenyang lebih lama.
  • Hindari membeli atau menyimpan makanan ringan berkalori tinggi di rumah.
  • Disiplinkan waktu olahraga Anda.
  • Makanlah dengan tenang sambil duduk di meja makan dan bukan sambil bekerja.





Mengenal sejarah ilmu kedokteran

Standard
























Kerangka tubuh manusia utuh dari kepala hingga kaki terpajang di lemari kaca. Ini bukan tulang-tulang koleksi pembunuh berdarah dingin yang sakit jiwa ataupun syuting film horor. Rangkaian tulang ini pun bukan dari plastik ataupun dari kayu, melainkan tulang asli. Anda bisa melihatnya langsung di salah satu ruang pamer di Museum Kebangkitan Nasional. Museum ini terletak di Jl Abdul Rachman Saleh 26, Senen, Jakarta Pusat.
Dulu, kerangka tubuh manusia tersebut digunakan sebagai alat peraga untuk proses belajar para pelajar STOVIA. Museum Kebangkitan Nasional memang awalnya adalah gedung STOVIA (School Tot Opleiding van Inlandsche Arsten) atau sekolah kedokteran untuk orang-orang bumiputera yang berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Karena itu, beberapa koleksi di museum tersebut adalah benda-benda peninggalan ilmu kedokteran pada masa kejayaan STOVIA.
        Gedung ini dibangun tahun 1899 dan baru rampung pada tahun 1901. Namun, gedung ini baru resmi dipakai sebagai STOVIA di tahun 1902. Walaupun sejak mula didirikan, gedung ini memang dimaksudkan untuk sekolah kedokteran. Namun, sebelumnya adalah sekolah kedokteran khusus untuk orang Jawa. Sedangkan STOVIA sekolah kedokteran untuk bumi putera dari berbagai daerah, tidak hanya orang Jawa. Sejarah pembangunan STOVIA tidak bisa lepas dari wabah penyakit menular yang terjadi di Banyumas dan Purwokerto pada masa pemerintahan Hindia Belanda.
          "Saat wabah terjadi, pengobatan tradisional saat itu tidak mampu mengatasinya. Secara medis, dokter Belanda terbatas. Karena itu muncul gagasan untuk membuat sekolah kedokteran. Semula kursus kedokteran dan berkembang menjadi sekolah kedokteran Jawa. Lama-lama terbuka untuk seluruh bumiputera yaitu STOVIA," ungkap Kepala Museum Kebangkitan Nasional, Edy Suwardi. Edy menceritakan saat itu, pemerintah kolonial mempertimbangkan tiga lokasi untuk mendirikan sekolah kedokteran.
"Ada alternatif yaitu Semarang, Surabaya, dan Batavia. Tapi pilihan jatuh ke Batavia. Rumah sakit militer sekarang RSPAD (Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat), tadinya dekat situ letak sekolah dokter Jawa," katanya.
           Gedung Ex-STOVIA tersebut adalah tempat lahirnya organisasi pergerakan nasional pertama yaitu Budi Utomo. Budi Utomo berdiri pada 20 Mei 1908 di bawah pimpinan R. Soetomo.
Berdirinya Budi Utomo berdiri menjadi awal kemunculan organisasi-organisasi lain seperti Serekat Dagang Islam, Indische Vereenignig, Indische Partij, dan Muhammadiyah. Budi Utomo dipandang sebagai tonggak timbulnya kebangkitan nasional yang pertama di Indonesia. Kebangkitan yang diawali oleh pemuda-pemuda yang dipertemukan oleh nasib yang sama, belajar ilmu kedokteran.
Masih dalam suasana perayaan hari Kebangkitan Nasional, Anda dapat berkunjung ke Museum Kebangkitan Nasional untuk melihat pameran temporer. Pameran temporer yang berlangsung pada 20-26 Mei 2011 tersebut mengangkat tema mengenai organisasi Syarikat Islam.
          Jangan lupa mampir ke ruangan kelas tempat para pelajar berdiskusi dan belajar. Ruangan ini termasuk favorit para pengunjung karena adanya kerangka asli tubuh manusia. Ruangan menarik lainnya adalah ruangan Kartini. Kartini dipandang sebagai salah satu kebangkitan nasional karena perannya dalam memperjuangkan emasipasi wanita.
Beberapa koleksi menarik yang dimiliki museum tersebut adalah peralatan kedokteran yang dipakai pada masa kolonial Belanda. Salah satunya adalah alat bantu pernapasan. Ada pula beberapa foto menampilkan STOVIA pada masa kejayaannya. Foto lain memperlihatkan ritual berdoa sebelum memulai operasi kepala kambing untuk proses pembelajaran. Jika Anda mahasiswa kedokteran atau memang seorang dokter, museum ini cocok menjadi sarana penambah ilmu Anda. Ajak juga si kecil yang bercita-cita jadi dokter untuk semakin mengenal sejarah kedokteran di Indonesia.


 http://travel.kompas.com/read/2011/05/23/08471590/Mengenal.Sejarah.Kedokteran.Indonesia